#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP
![]() |
| Ayah dan Haisya melepas Baby Fish ke rumah barunya |
![]() |
| Ayah dan Haisya melepas Baby Fish ke rumah barunya |
Tema Aktivitas: Ini Tanganku
Cuaca beberapa hari terkahir ini sangat panas. Kami yang tinggal di perumahan di tengah kota tentunya sangat merasakan itu. Apalagi Rumah kami belum memiliki AC dan masih menggunakan kipas angin pada umumnya yang kadang kurang ngefek juga. Dalam sehari-sehari Kami masih menggunakan AC Alami (a. k. a angin cendelo/angin jendela😁).
Alhamdulillah jika siang hari di ruang tengah rumah kami tidak begitu terasa panasnya. Sehingga kami tidak perlu menggunakan kipas angin atau AC tapi dengan catatan semua pintu harus dititip. Ketika pintu utama di buka maka udara di dalam rumah sudah berubah lagi menjadi sedikit panas karena terkena cuaca panas dari luar.
Haisya dan bunda dalam keseharian main di ruang tengah. Biasanya Jam 09.00 WIB bunda sudah menyelesaikan semua pekerjaan Domestiknya dan saatnya bisa bermain-main bersama Haisya di ruang tamu. Suasana di ruang tamu lebih terang dan lebih panas dari ruang tengah karena di sana banyak jendela. Kami berpindah main di sana agar tidak melulu berada di ruang tengah. Selain itu agar Haisya tidak bosan sehingga mengakibatkan dia nangis. Setiap kami bermain, kami selalu duduk di bawah. Bunda duduk dengan menselonjorkan kakiknya dan Haisya tidur di atas kaki selonjoran bunda/di atas pangkuan bunda.
"Halooo nak.. MasyaAllah Haisya sudah 4 bulan ya sekarang. Sudah mulai tau macem-macem. Terima kasih ya Adek.. Tadi sudah besedia bantu bunda beres-beres bunda. Haisya memang anak pintar dan rajin membant bunda MasyaAllah. Eh.. Ngomong-ngomong mana nih tangan adek?", bunda mengajak ngobrol Haisya.
Sambil ngobrol dengan Haisya, bunda memberi contih tepuk tangan dengan memisahkan tangan bunda dan mengatupkannya lagi. Mengulanginya terus sambil bersenandung ceria.
" Pok-a-mi, a-mi belalang kupu-kupu. Suang minum ASIX kalau malam minum ASIX", bunda terus mengulanginya sambil memegang pergelangan tangannya dan membantunya. Dengan latihan yang rutin nantinya si kecil mampu bertepuk tangan sendiri karena si kecil menyenangi hal-hal yang sederhana yang diulang-ulang.
Aktivitas ini mengembangkan:
1. Pemahaman hal tentang tangannya
2. Kemampuan mendengar
3. Pengetahuan tentang nada dan senandung
4. Kemanpuan mengamati
#KuliahBundaSayang#GameLevel3#FamilyProject#MyFamilyMyTeam
Tema Aktivitas Bermain Jari-Jari Tanganku
Haisya dan bunda masih bermain tepuk tangan di ruang tamu. Haisya terlihat sangat tertarik dengan permainan tepuk tangan itu karena wajahnya terlihat selalu ceria dan tersenyum. Akhirnya bunda memanfaatkan kesmepatan itu untuk bermain lagi mengenalkan anggota tubuh yang lain. Karena tadi temanya adalah tangan jadi bunda mengenalkan tentang jari-jari tangan.
Bunda disini memegang telapak tangan kiri Haisya dan menyentuh ibu jarinya, " ini jempol".
"Ini telunjuk, ini jari tengah, ini jari manis dan ini Kelingking yeaaayy", bunda menyebutkan nama-nama jari dengan menyentuhnya.
Kemudian bunda menghadapkan ke dua telapak tangan seolah-olah sedang bercakap-cakap antara jari-jari di tangan. Jari-jari dikepalkan dan setiap jari muncul atau hilang sesuai kata-kata bunda. "Ki" berarti kiri dan "Ka" berarti kanan.
Mana Jempol? Heloooo mana ya Jempol?
Ki : Aku di sini,
Ka : Aku di sini
Ki : hellooo Ka gimana kabarmu? Lama nian tak berjumpo
Ka: alhamdulillah baik luar biasa
Ki: jalan-jalan yuuk
Ka: yuuuk jalan-jalan
Kemudian bunda mengulangi percakapan di atas untuk setiap jari dan mengganti kata jempol dengan setiap jarinyang diperagakan. Permainan jari ini akan menyenangkan dan akan membuatnya belajar mengenal dengan baik jari-jarinya.
Manfaat Aktivitas ini mengembangkan:
1. Kemapuan mendengar
2. Kemampuan mengamati
3. Pemahaman tentang gerakan-gerakan jari menurut namanya.
4. Pemahaman tentang bentuk jarinya
5. Pemahaman tentang konsep kiri dan kanan.
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Tema kegiatan: Jari-Jari Kakiku
Ditantang hari ke-7 Family Project menstimulus kecerdasan anak, Bunda dan Haisya main jari-jari kakiku. Tiga hari terakhir ini karena cuaca sangat panas siklus tidur Haisya jadi terganggu. Tidur Malam tidak nyenyak dan siang lebih banyak tidurnya dari pada mainnya. Bangun sebentar terus tidur lagi. Jadilah Bunda Mencari cari waktu untuk bermain. Waktu dimana bunda tidak masak dan Haisya tidak bobo.
"Hmm enaknya main apa ya nak?", bunda mengintip daftar catatan family project day 1 yang telah dibuat kemarin. Eh tanpa sengaja Haisya juga menendang-nendangkan kakinya di perut bunda ketika mau nenen.
"Baiklah nak setelah nenen,Yuk kita bernyanyi jari-jari kakiku",bunda berusaha membuat nada lagu dengan lirik di buku slow and steady get me ready.
Si kodok kecil pergi ke pasar (menyentuh si jempol)
Si kodok kecil tinggal di rumah (menyentuh si jari nomor dua)
Si kodok kecil punya kue (menyentuh jari nomer tiga)
Si kodok kecil tak punya apa-apa (menyentuh jari nomor empat)
Si kodok kecil menangis (menyentuh jari terakhirnya)
Bunda mengulangi lagu ini berulang kali. Agar Haisya belajar bagaimana memainkan tangan, kaki, jari-jari tangan, dan jari-jari kaki. Bermain sambil menyentuh bagian-bagian badannya akan membantu Haisya memahami anggota tubuhnya lewat gerakan-gerakan.
Dengan permainan ini (bernyanyi sambil menyentuh anggota tubuh) akan memahamkan lebih lanjut tentang jari-jari tangan dan jari-jari kaki dan bagian tubuh lainnya. Selain itu dapat mempertjam kemampuan mendengar dan meningkatkan kemampuan indra pendengar. Mudah bukan Menstimulus kecerdasan anak itu? Tidak harus mahal cukup memberdayakan yang ada di sekitar.
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Bunda: "MasyaAllah adek Haisya sudah besar, MasyaAllah Barakallah tambah pintar. MasyaAllah, MasyaAllah",saya mengajak ngobrol sambil mengoleskan sabun di badannya dan memijat-mijat lembut pipinya. Sore hari seperti biasa saya di rumah berdua saja dengan princess cantik Haisya sambil menunggu suami pulang. Haisya biasa mandi sore pukul 16.00 kadang juga pukul 16.30. Sambil menunggu suami pulang, saya membangunkan si kecil untuk mandi karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.35. Tak beberapa lama terdengar notifikasi WA masuk.
"Ooh dari ayah", langsung saya buka WA tersebut yang isinya bikin saya deg degan.
"Yank, aku pusing", begitulah pesan WA tersebut.
Tanpa replay langsung saya telpon suami.
"Yank.. Pusing sejak kapan? Sekarang dimana?", tanyaku panik.
"hehehe, aku sekarang ada di rumah lawu mau dibawakan apa?", tanyanya mengalihkan pembicaraan. Ketika itu kami sedang menginap di rumah orang tua. Dan suami mampir ke rumah tempat tinggal kami di jln. Lawu Ponorogo.
"Gak deh yank", jawabku singkat
Tiba dirumah tiba-tiba suami langsung tidur di kasur di ruang TV.
"yank.. Sakit apa? Pusing kenapa? Pusing kerjaan atau pusing sakit beneran?", saya membombardi dengan berbagai pertanyaan.
Suami hanya tersenyum dan langsung pergi ke kamar mandi, beberes diri dan makan malam bersama. Dan saya pun masih penasaran dibuat tingkah anehnya.
Pada dini hari seperti biasa setelah sholat tahajud saya bertanya pada beliau.
"yah.. Tadi kenapa pusing?",tanyaku lagi.
"aku habis ikut kajian yank.. Dan ilmu kemari belum bisa mengamalkan. Karena menerima ilmu itu pun juga amanah. Aku ingin membawa kalian ke surga bersama", jawabnya penuh makna.
"Terus pusingnya dimana? ", tambah penasaran.
"karena aku ingin kita nanti bersama lagi di Surga".
"jadi aku harus bagaimana?, apakah ada yg salah denganku?", bertanya lagi karena semakin penasaran
"Cukup jadi istri yang taat dan ibu yang baik", beliau meyakinkan.
"Jadi selama ini aku belum bisa seperti itu yank? ", lagi-lagi aku semakin penasaran.
"enggak sayang... Kamu sudah baik sekali, usahakan tetap istiqomah ya yank.."
"He'eh InsyAllah", aku mengangguk.
"Tau cerita Rasulullah ketika menerima wahyu pertama kali? Beliau pulang ke rumah dan sungguh sangat ketakutan. Ketika sampai di rumah, Khodijah tidak langsung bertanya pada beliau tapi Khodijah langsung menyelimuti Rasulullah", Pak suami pun memberi wejangan kembali.
"iya yank,Aku udah tau cerita itu, maaf ya.. Tadi kepo pakai bingit, karena aku khawatir kalau terjadi apa-apa".
Suamipun terseyum. Dan kami pun melanjutkan diskusi kembali. Bagitulah Pak Suami beliau mengingatkan dengan cara penuh makna bahkan mengambilkan contoh dari cerita para Sahabat dan Rasulullah. Iya, karena dalam mengingatkan tidak harus meninggikan suara tapi ada baiknya kalau lebih meninggikan makna.
Setiap individu muslim bervisi membangun keluarga islami, masyarakat islami, negara islami, sampai kemudian menjadi Guru bagi Alam Semesta (materi Halaqah)
Dalam Halaqah kali ini Pak suami mengulas buku Wonderful Couple by Cahyadi Takariawan:
Yuk ceklist
1. Visi Dan Misi Menikah
yang terpenting adalah visi dng pasangan nyambung.
Visi adalah cita. "What we want to be...? "
Sedangan misi adalah jalan/cara menuju cita itu. "What do you want to do...?"
Bangun visi yang jelas dan karakter yang kuat.
Catatan; suami menentukan arah pengasuhan 🤩
2. Komitmen
Komitmen itu seperti iman, naik dan turun.
Pasangan saling menguatkan dan mengingatkan untuk menjaga komitmen.
3. Kesediaan untuk berkompromi
Suami dan istri tumbuh dari pot yang berbeda, sehingga kenalilah keluarga pasanganmu: kebiasaan, latar belakang, dll. Bergaulah dng cara yang baik sehingga timbul rasa nyaman.
4. Kesediaan untuk berkorban
Ambil keputusan secara sadar, agar ia dijalani dengan maksimal.
5. Manajemen
Contoh; manajemen keuangan dan konflik, dsb.
Demikianlah Rankuman materin Halaqah kali ini semoga dalam selalu istiqomah dalam menggapai ridhoNya.
Ntah kenapa setelah saya perhatikan akhir-akhir ini Pak Suami lagi suka mendengarkan kajian tentang Kiamat. Eh gak akhir-akhir ini siih udah dari dulu sebenernya tapi akhir-akhir ini lebih intens. Seprti halnya tadi pagi, sambil beberes rumah dan menyetrika baju beliau saya pun juga ikut mendengarkan. Sesekali beliau mematikan pause video kajian tersebut dan memberi tanggapan.
"yank, Kiamat sebentar lagi, apa yang sudah kita persiapkan?",tanyanya serius.
"Emang kurang berapa menit lagi yank?", aku menanggapi nya sambil cekikikan.
"Hanya Allah yang tau", kemudian beliau melanjutkan streaming kajian.
Diskusi kami pun tentang kiamat lanjut ke meja makan sambil makan pagi. Seperti biasa kami mulai makan bersama-sama tapi Pak suami selalu selesai lebih dahulu. Karena beliau sudah selesai makan sambil menunggu istri makan yang super kalem bak putri Solo, Beliau sedikit memberi ulasan dari apa yang kami dengarkan pada kajian di youtube tadi.
"Menurut badan intelejen USA yang di muat dalam majalah Time yaitu majalah bergengsi USA, dunia akan dipimpin kembali oleh khilafah tahun 2022,itu berdasarkan prediksi majalah bergengsi di amerika. Kalau berdasarkan Badan Intelejen Uni soviet dunia akan dipimpin oleh khalifah islamiyah pada tahun 2025. Itulah sebabnya mereka lari begitu kencang. Lari bukan untuk menghindari, tapi lari lebih kencang memperkuat kekuatan agar hal itu tidak pernah terjadi", pak suami pun masih semangat memberi ulasan tentang kajian tersebut.
"Dalam Alquran pun disebutkan bahwa dunia ini akan kembali dipimpin oleh Khilafah Islamiyah. Itu berarti bahwa kiamat akan semakin dekat. Imam Mahdi dan Dajjal pun sebentr lagi akan muncul. Jika dari sekarang kita tidak semakin dekat dengan Allah maka sungguh rugilah kita. Jaman sekarang sudah semakin kelihatan mana yang hitam dan mana yang putih. Jika kita tidak bisa maksimal turun langsung bersama orang-orang mujahid dalam menegakkan agama Allah hendaknya kita masuk dalam barisannya dan terus mendukungnya. Ya seperti halnya cerita semut ibrahim. Fase kehidupan manusia itu ada 5 yaitu,
Masa kenabian
Masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (khulafahur rasyidin)
Masa kerajaan yang menggigit (mulkan Adlon)
Masa kerajaan diktator (mulkan jabariyyah)
Masa kembali pada Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah. Dan Saat ini kita berada di fase ke empat yaitu fase Mulkan Jabariyyah. Fase jabariyah sudah selesai maka akan masuk fase 'Ala Minhaji Nubuwah.
Cerita tentang kajian Ustd Dzulkifli bab Kiamat masih berlanjut sampai saya selesai makan dengan ditutup statement dari Pak Suami,
"Nah bgaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan bekal? Karena sudah tidak ada waktu lagi untuk main main dengan hal agama dan keimanan, sudah waktunya kita untuk meluruskan niat dan merapatkan barisan bersama para kaum muslimin dan para Alim Ulama' . Bismillah kita semangat beribadah dan menggapai ridho Allah lagi ya bun". Dan sayapun tersenyum manis disertai angkat piring kotor menuju dapur.
Masih dalam Halaqah keluarga. Kali ini materi yang disampaikan pak suami adalah tentang mau dibawa kemana keluarga kita? Keluarga kita ini termasuk keluarga seperti apa?. Materi ini pun juga mengingat saya pada materi pengajian beberapa minggu lalu tentang ketahanan keluarga. Jadi begini gabungan rangkuman materi yang disampaikan pak suami dan materi pengajian kemarin.
Ada orang-orang tertentu yang membutuhkan perhatian khusus (anak maupun pasangan), kenapa seperti itu??
Karena kebutuhan mereka didalam rumah tidak terpenuhi sehingga mereka akan mencari kebutuhan itu diluar rumah.
Contohnya:
1. Ada anak salah 1 ustadz yang ngajinya belum lancar (ketika ditanya dia jawab umik nya sibuk ngurusin adknya Dan abi nya jarang pulang Karena sibuk Dakwah diluar)
2. Interaksi sosial dengan tetangga sekitar, mereka
Jadi apa yang perlu kita upayakan?
Kudu intens dialog sama pasangan Dan kesadaran bahwa Kita adalah keluarga Dakwah harus terus dibangun Karena setiap waktu dinamika setiap orang itu akan berbeda
Jangan over estimate ke pasangan, sebab komitmen itu akan diuji oleh waktu.
visi berkeluarga itu harus diperjuangkan, tidak boleh merasa aman (masuk surga itu gak nunut ke pasangan)
Semakin besar keluarga, masalah yang dihadapi juga akan semakin besar.
Dulu pernah bersemangat bersama dalam kebaikan, kok sekarang jadi males ketemuan sama teman2 lama? Sekarang ngerasa ga butuh support? Mereka berubah terlihat reseh di matamu
(Delapan) Hal Yang Bikin Kita Tak Lagi Senang Bersama Mereka, Teman-teman baik Nan Jadul:
Terlena oleh kemudahan, harta, jabatan, pujian (waspada buat yang 'naik kelas' jadi OKB/Orang Kaya Baru, punya jabatan baru, punya barang2 baru, punya prestasi baru...)
Terbiasa oleh maksiat2 dan dosa2 yang dianggap kecil dan sepele, dengan alasan networking dan permakluman2 lainnya
Tumbuhnya ujub dan bibit takabur dalam diri, membandingkan dg mereka yang seolah 'jalan di tempat' ( estimed pada diri sendiri)
Tidak punya prioritas yg jelas dalam beramal
Tidak paham pentingnya utk tetap berada dalam barisan yg rapi kukuh, merasa aman sendirian
Berlebih-lebihan alias lebay bombay; perfeksionis yang salah tempat/ga proporsional
Kurang muhasabah alias ngaca; Kurang rajin dzikrul maut (emgnya mo jalan sendiri ke kuburan?!)
Hobi ngumpul dengan orang-orang yang lembek or berakhlak tercela.
Masih dalam komunikasi produktif dengan keluarga. Kali ini saya akan mengulas tentang halaqah keluarga (HK) yang kami adakan dalam keluarga kecil kami. Iya, kami memang mengadakan Halaqah keluarga setiap minggu dalam keluarga kecil kami. Bahkan kadang jika kami diskusi kecil itupun sudah kami niatkan atau kami anggap sebagai halaqah keluarga. Pembahasannnya pun macam-macam mulai dari meluruskan niat dalam berkeluarga, menguatkan visi misi, tadabur alqur'an, bedah buku, upgrading diri, keagamaan, parenting sampa isu terkini.
Kapan waktu untuk Halaqah keluarga?. Waktu untuk melakukan HK biasanya setelah maghrib atau setelah sholat tahajud. Pemateri dari suami kadang saya pun juga. Karena HK ini termasuk dalam menuntut ilmu maka adab menuntut ilmu kami masukkan dalam peraturan ini.
Dan sayapun menambahkan tentang komunikasi produktif agar tidak terjadi miss communication dan miss understanding dalam menyampaikan materi. Kami berkomitmen akan saling melengkapi dan mengoreksi kekurangan. Dan satu hal lagi gak boleh ngambekan jika diingatkan. Walaupun emak ini kadang baperan tapi pak suami selalu menetralkan suasana dengan tingkah lucu dan senyum manisnya. Iya, kami memang pasangan suami istri yang masih seumuran biji jagung yang masih perlu banyak belajar dan terus berusahaa agar selalu menjadi keluarga sakinah, mawadah wa Rahmah till Jannah. Aamiiiin. Mohon doanya ya teman-teman