Tampilkan postingan dengan label Repost. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Repost. Tampilkan semua postingan
Salut dengan scriptwriternya Anggoro Saronto dan Titien Wattimena yang sanggup membuat naskah scenario yang puitis tapi tidak melankolis. Bermakna namun tidak bermaksud menggurui,hingga akhirnya penonton yang mendengarkan dialog ini hanya bisa menggangguk setuju dan berkata, ‘Oh, Bener juga’. awalnya film ini meneutut saya gak menarik. karena terkesan kayak sinetron. Tapi lihat dialognya...akhirya saya jadi ketagihan
untuk menuliskan kata-kata ini. Saya bela-belain nonton  ulang dan sedikit melakukan ini: pause-rewind-play untuk mencatat ulang quotes menarik yang terekam dalam film ini dan mencari di blog teman..,tidak hanya kata-kata saja, ada beberapa scene favorit saya. jreng jreeeeeeeng ini dia...semoga bisa menginspirasi.



 “Dalam hidup, nggak  ada jaminan buat terus bahagia,nggak ada kepastian buat apapun,  semua orang bisa terlempar keluar dari kotak rasa nyamannya.  Secara tiba-tiba”-Vino-

“Kita memang hidup dalam sekat-sekat,pengotakan,  pelabelan, dan saat label  kita dicabut,kita bukan siapa-siapa lagi.” –Vino-

“Di dunia maya,  kamu ngebiarin semua orang tahu tentang diri kamu, lewat status kamu. Tapi di dunia nyata,cuma sahabat kamu doang yang tahu kamu kayak  gimana.” –Vino-

“Persetan dengan pengkotak-kotakan, sekat-sekat yang berdiri tegak diantara manusia. Toh hidup ini dunia mainnya orang dewasa.Kita pura-pura tua untuk ngelewatinnya, atau pura-pura jadi anak-anak buat ngehindarinnya.”  –Vino-

“Nggak ada hidup yang mudah.” –Mura-

“Embun nggak perlu warna biar bisa bikin daun jatuh cinta.  Sama kaya  aku,aku nggak punya alesan nggak jatuh cinta sama kamu.” –Vino-

 “Kalo aku pergi,aku nggak minta banyak. Kamu inget aku sekali-kali,oke..” –Mura-

“Tapi kadang dalam hidup, kita tidak dihadapkan pada pilihan. Dalam  hidup,nggak ada jaminan buat terus bahagia. Seperti burung-burung senja itu,yang bisa mendadak melayang jatuh nggak pernah kembali ke sarang mereka. Tapi buat aku dan Mura,Waktu pernah mematahkan sayap-sayap kami,  tapi waktu pula yang menyembuhkan, dan mengajari kami….. untuk tidak pernah menyerah.” –Vino-

“Kamu tahu nggak,kalau aura kamu positif,positif terhadap hidup, pasti alam juga akan mendukung dan setuju sama kamu.”-Mura-

“Kadang, untuk ninggalin temen yang kita sayang,kita justru bikin dia marah dan sakit hati, agar saat kita pergi,kita nggak merasa terlalu kehiilangan.”-Vino-

“Kita punya banyak pilihan buat jalanin hidup, tapi nggak punya pilihan buat mati” -Vino
Nah,berikut ini Dialog  / scene favorit saya. kalau ini saya ambil dari blog orang...hehehehe

Mura : Sorry, hubungan kalian (vino dan ayahnya) nggak harmonis ya?
Vino  :  Dia tu kayak gini Ra.kamu tahu sosoknya ada,tapi ternyata nggak ada. Gak ada gunanya sebagai orang tua
Mura :  Ya mungkin seharusnya kamu yg mencoba membuat dia jadi lebih real
Vino  : Lho,  kenapa mesti aku yang usaha?! Kenapa nggak dia aja??  dan kenapa aku yang mesti ngertiin dia?!
Mura : Kenapa juga harus dia yang ngertiin kamu?
……..

Vino     : Gini aja,  kalo ngomongin masa depan,kamu harus janji dulu sama aku.
Mura :Janji apa?
VIno    : Janji... kalo kamu bakal ngejalaninnya sama aku
…..

Mura : Kamu janji,nggak bakal ninggalin aku sebelum aku pergi?
VIno  : Aku janji.  Sebelum aku pergi…
......

VIno  :Kadang kematian bisa jadi pilihan.pada satu titik,pilihan terakhir bisa jadi kematian.
Mura : Maksud kamu bunuh diri? Itu dosa.
VIno  : Kita kan lagi ngomongin kematian. Dosa atau nggak,ya itu efek dari kematiannya.
Surat  Vino ke ayahnya:

Pa,kalo ada hal yang aku nggak cerita sama papa,bukan karena aku nggak ngehargain papa.  Aku cuma pingin tumbuh jadi laki-laki, yang bisa nyimpen sepinya sendiri. Seperti Papa.
 Surat Vino ke Mura:

Mura sayang,aku nggak tahu harus mulai dari mana.Aku cuma pingin bilang,jatuh cinta sama kamu bikin aku utuh. Aku nggak lagi ngerasa separuh. Mura sayang,kalau kamu bangun nanti, kamu nggak akan pernah ketemu aku lagi. Tapi aku nggak pergi.Aku nggak akan kemana –mana. Aku ada dalam tubuh kamu. Kamu akan berdegup dengan jantungku. Jantung kita
Dan ini yang terahir,dan merupakan quotes yang paling indah buat saya:

“Cinta bukan masalah memiliki. Cinta adalah berani untuk pergi,atau ditinggal pergi.”
Reviewer disini bukan sedang jatuh cinta atau lagi kasmaran...tapi menurut saya banyak banget hikmah tentang cinta dan kehidupan yang bisa kita ambil...bagi orang awam yang kurang tau tentang cinta dan masalah hati seperti saya...kata-kata ini bisa saya ambil pelajaran. Tentunya untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Bukan untuk mengarungi bahteran hubungan tidak halal (Pacaran)

Kembali menuju lingkar yang jauh
Yang tak terlalu sempit
Tapi bisa bernafas lega
Jauh dan diam mungkin kebebasan tersendiri
Seperti memulai, pada buku lembar pertama...
Tahu kah kau…
Aku disini sedang belajar,
Belajar untuk lebih bijak
Belajar mempersiapkan hati untuk terluka, kecewa
Ku ingin seperti puisi
Tak selalu indah, tapi bebas dan bermakna
Be your The Best Self...Fighting. Ayo sudah saatnya...
Mungkin inilah ujian untukku dari-Mu
Sebagai kiffarah dosa-dosa yang pernah aku lakukan
Mungkin inilah juga cobaan-Mu
Yang harus ku hadapi, walaupun aku sadar
Jiwa ini terlalu kerdil untuk menagih ridha-Mu..
Mungkin juga inilah cinta-Mu, hingga tak Kau biarkan ku berpaling dari-Mu...
Ku akui begitu luas nikmat-Mu,
Ku akui begitu besar dosaku,
Maka ku mohon ampunan-Mu...

# Dari Sujud Ke Sujud #
Ilahi,
dengan sifat-sifat-Mu yang lembut
dengan halusnya welas asih
Engkau pun tahu aku lemah
tiadalah Engkau menolak
dengan sifat lembut dan welas-Mu
dari kelemahan diriku

Ilahi,
bagaimana aku menjadi wakil-Mu
untuk mengurus diriku
padahal Engkau penjamin bagiku
betapa aku akan terhina
padahal Engkau Sang Penolong
bagaimana mungkin aku kecewa
padahal Engkau Maha Pengasih

Ilahi,
betapa diriku mendapat elus kehalusan-Mu
yang Maha Agung
padahal aku bodoh dalam kejahilanku
besar nian rahmat-Mu
karena begitu buruk perilaku diriku

Ilahi,
begitu Engkau dekat dariku
begitu jauhnya aku dari-Mu

Ilahi,
dosa telah menutup pandanganku
kemurahan-Mu membisikkan padaku
ketika putus asa menggerogoti jiwaku
aku menemukan rahmat-Mu
karena aku insan rendahan
karunia-Mu juga yang membukakan harapan

Ilahi,
aku pontang panting di alam ini
karena begitu jauh jalan hidup ini
dekatkan aku pada jarak Mu
oleh amal yang segera aku datang di hadapan-Mu

Ilahi,
tiada kehinaan yang tidak nampak oleh-Mu
perihalku yang tiada tersembunyi bagi-Mu
aku berharap dari pancaran Nur-Mu
agar aku tiba di depan-Mu
dan aku peroleh hidayah-Mu
kokohkan jiwaku
agar sungguh pengabdianku pada-Mu

Ilahi,
mestikah aku kecewa,
padahal Engkau harapanku
betapa aku bisa terhina
padahal kepadamu saja aku berserah.
Wahai Zat yang bernaung di dalam tembok kemuliaan
sehingga tiada tercapai pandangan penglihatan
Wahai Zat yang menjelmakan keindahan penuh kesempurnaan
terbuktilah itu dalam hati dan perasaan
Engkau tampak jelas walau dalam persembunyian
Engkau Maha gaib tetapi memberi pengawasan
Engkau Taufiqur Rahman
tempat kami mengajukan pertolongan.


#Munajah Ibnu Ataillah
Engkau hari ini
adalah murid dari masa lalumu.
Jika engkau menghormatinya,
dan berlaku setia kepada petunjuknya,
maka hari ini-mu akan menjadi masa lalu
yang memuliakanmu di masa depan.
Maka mengapakah
engkau masih berkeras-kepala
mengulangi cara-caramu
yang terbukti hanya menggelisahkan jiwa baikmu
yang marah kepada ketidak-tegasanmu sendiri?
Sudahlah,
segera lakukanlah yang baik bagimu.


#Mario Teguh


“Ujung-ujungnya kita juga akan tahu mana diri kita sebenarnya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tau mana yang akan kita jalani”-[Perahu Kertas]

“Ini bukan dongeng . ya inilah hidup…hadapin..kamu harus jujur sama diri sendiri…gak semua dongeng happy ending. Apalagi realitas”-[Perahu Kertas]

“Hati itu dipilih bukan memilih”-[Perahu Kertas]

“Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup...Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan,tetapi diperjuangkan”-[5cm-Donny Dirgantoro]

“Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan melihat lebih lama, leher yang akan lebih sering mendongak, tekad yang setebal baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang selalu berdoa”-[5cm-Donny Dirgantoro]

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..Keep our dreams alive, and we will survive”-[5cm-Donny Dirgantoro]

"Manusia yang ga percaya sama Tuhan, sama saja dengan manusia yang ga punya mimpi, cuma seonggok daging yang punya nama! ”-[5cm-Donny Dirgantoro] 

"Tak perlu seseorang yg sempurna, cukup temukan orang yg selalu membuatmu bahagia & membuatmu berarti lebih dari siapapun”-[Habiebie&Ainun] 

"Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku"-[Habiebie&Ainun] 

"Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup”-[Habiebie&Ainun]

“Jika orang tidak menyukai dirimu apa adanya, itu adalah masalah yang serius untuk mereka, bukan untukmu”-[Habiebie&Ainun] 

"Mau ganteng atau tidak, kalau hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?"-[Habiebie&Ainun] 

"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik. Tapi aku berjanji akan selalu mendampingi kamu"-[Habiebie&Ainun] 

"Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal, tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun"-[Habiebie&Ainun]



Apa identitasmu?hmm jadi mikir...setelah baca postingan bapak pembina FLP Malang ini, saya jadi mencari-cari apa identitas saya. sebenarnya postingan ini sudah lama sih..tapi saya baca kembali dan ingin menshre di blog saya.  Baiklaaah, mulai saat ini saya putuskan identitas saya adalah penulis. sejak liburan ini saya sudah ketagihan bloging lagi. Kalau sebelum-sebelumnya nulis cuma diendapkan dalam lepi, dan yang dishare di blog hanya yang formal-formal saja, tapi kini saya biasakan share di blog saja lah. Ternyata seru juga ya...blogging (udah dari dulu kaleee). Itung-itung terapi wkwkwkwkw. silahkan disimak ya..cekidooot ^_^

Sejak kecil, sejak saya mulai gemar membaca, saya sudah sangat ingin menjadi penulis. Saat itu belum ada yang mengajarkan kepada saya bahwa penulis adalah sebuah profesi yang bisa dijadikan cita-cita, dan sampai saat ini pun sebenarnya banyak orang yang masih skeptis bahwa menulis bisa dijadikan profesi.

Semakin lama kegemaran saya membaca semakin berkembang sehingga berubah menjadi kegilaan. Bagaimana tidak dibilang gila bila saya korbankan seluruh uang jajan saya hanya untuk beli buku. Apa namanya bila anak usia SD menghabiskan sebuah novel dalam waktu sehari semalam, kalau bukan gila. Kegilaan saya membaca buku juga menguatkan keinginan saya untuk menulis, menjadi penulis. Karena saat-saat itu di sekitar saya tidak ada penulis, dan tidak ada yang membimbing saya untuk menulis, maka keinginan hanya menjadi keinginan.

Pada tahun dua ribu enam, di usia saya yang ketiga puluh empat saya dipertemukan dengan komunitas penulis FLP. Saat itulah saya mulai berani menulis. Sejak saat itu semangat saya menulis meningkat tajam. Seperti hendak balas dendam akan terlewatnya usia saya tanpa menulis, saya menggebu belajar dan berlatih menulis.

Sekarang, setelah saya berhenti bekerja sebagai karyawan, apakah profesi saya adalah penulis? Bukan! Penulis bukanlah profesi bagi saya saat ini, tapi lebih dari itu. Bila profesi saya penulis berarti suatu saat saya bisa pensiun dari profesi  penulis, atau suatu saat izin praktik saya dicabut sebagai penulis. Bagi saya penulis adalah identitas.

Dalam NLP dikenal ada enam Neurogical Layer. Identitas adalah layer tertinggi setelah spiritual. Identitas sangat mempengaruhi layer-layer di bawahnya  yaitu nilai, kemampuan , perilaku, dan lingkungan.

Apa beda profesi dengan identitas? Profesi memerlukan legalisasi dari eksternal , dari orang lain, dari lingkungan, sedangkan identitas adalah pilihan diri sendiri, dari dalam, internal dan tidak tergantung eksternal. Profesi ada pada layer terendah karena sangat terpengaruh lingkungan. Seharusnya, profesi dipilih berdasarkan identitas, tapi banyak orang memilih profesi yang tidak sesuai identitasnya. Apa yang terjadi bila seseorang memilih profesi yang tidak sesuai identitasnya?

Saya memutuskan untuk menjadikan penulis sebagai identitas saya. Bila saya ingin bahagia, bila saya memutuskan untuk bahagia, maka nilai-nilai yang saya pegang haruslah sesuai identitas saya sebagai penulis. Selanjutnya saya harus mengembangkan kemampuan saya sesuai nilai-nilai yang saya yakini, karena saya harus berperilaku sesuai identitas dan nilai-nilai yang sudah saya pilih dan putuskan, sebagai penulis. Dengan identitas pilihan saya, saya harus bertanggungjawab kepada lingkungan.

Apa yang terjadi bila ada ketidakselarasan antar layer? Orang sering menyebutnya galau…Karena itu, bagi yang sedang galau silakan evaluasi keselarasan neurogical layer Anda, dimulai dari memilih identitas, karena saya yakin spiritual Anda tidak bermasalah. Bagaimana bila yang belum jelas spiritualnya? Silakan Anda benahi dulu….

Pilih dan putuskan identitas Anda! Pilih yang terbaik dan paling bermanfaat. Identitas adalah jawaban pertanyaan ‘Siapa Anda?’, sehingga biasanya jawaban bukan kata tunggal tapi majemuk yang saling melengkapi dan menguatkan.

Saya seorang penulis yang ingin selalu menjadi lebih baik, identitas saya. Siapa Anda, apa identitas Anda?
Pernahkah Anda merasa pikiran begitu penuh, sehingga tidak tahu apa yang harus dikerjakan?
Pernahkah Anda tidak mampu mengerjakan sesuatu dengan maksimal karena tidak selaras antara yang Anda kerjakan dan pikirkan?
Pernahkah Anda merasa waktu berjalan begitu cepat dan belum melakukan apa-apa?
Kalau jawabannya "Ya pernah..."...berarti Anda manusia sejati, bukan mesin.
Tapi....Bukankah sebagai manusia kita adalah sebaik-baik penciptaan?
Benar sekali....Anda hanya perlu sedikit belajar dan berlatih menggunakan otak atau pikiran. Anda tinggal mempelajari pola dan mengubah kebiasaan...

Fenomena Gunung Es
Fenomena gunung es sering sekali digunakan untuk menjelaskan perbandingan antara porsi pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar dalam kehidupan. Sebagian besar perilaku Anda dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.
Tidak percaya? Mari kita buktikan…
Sejak bangun pagi, pernahkah Anda berpikir dulu bagaimana cara dan urutan gerak Anda turun dari ranjang? Pernahkah Anda memikirkan dulu rute perjalanan dari kamar tidur menuju kamar mandi? Begitu seterusnya, seharian aktifitas Anda, berapa persen yang benar-benar Anda pikirkan dulu sebelum Anda lakukan?
Sekarang Anda percaya bahwa sebagian besar tindakan kita dikendalikan oleh pikiran bawah sadar. Ibarat pesawat terbang, pikiran sadar adalah pilot yang sesungguhnya, sedangkan pikiran bawah sadar adalah autopilot. Berarti sebagian besar hidup, kita terbangkan dengan mode autopilot.
Selama arah dan cara terbang sesuai dan baik untuk kita, autopilot tidaklah masalah. Namun relakah Anda percayakan seluruh hidup Anda kepada autopilot? Sesekali Anda dengan pikiran sadar harus mengambil alih kendali untuk melakukan evaluasi arah terbang dan memperbaikinya. Apalagi bila Anda menyadari ada yang tidak beres pada jalan hidup Anda, kecil maupun besar.

Submodality
Segala yang ada dalam pikiran kita adalah representasi dunia luar atau external representation yang masuk ke dalam pikiran kita melalui penglihatan (visual), auditory (pendengaran) dan kinesthetic (perasaan). Kemudian di dalam pikiran kita terbentuk internal representation . Internal representation inilah yang kemudian membentuk submodality.
Contoh paling mudah, yang dimilki oleh setiap orang, adalah kenangan buruk. Kenangan buruk adalah internal representation dari sebuah pengalaman (external representation). Submodalitinya adalah gambaran apa yang terlintas di pikiran kita tentang kenangan buruk tersebut, suara-suara apa yang kita dengar dan bagaimana perasaan kita.
Secara visual kenangan buruk itu tergambar di pikiran kita dalam bentuk sebuah gambar ataukah gambar bergerak (movie)? Bila berbentuk gambar, ada bingkainya atau tidak? Berwarna atau hitam-putih? Gambarnya besar atau kecil?
Secara auditory kenangan buruk itu mengeluarkan suara-suara apa? Secara kinesthetic kenangan buruk itu rasanya bagaimana? Panas atau dingin? Terasa di bagian tubuh bagian mana? Begitu seterusnya.
Semakin detil dan jelas sebuah submodality, semakin bagus bisa digunakan untuk mengubah/menghilangkan  kenangan buruk kita.
Submodality sangat efektif digunakan untuk mengelola pikiran kita.

Associate – Dissociate
Saat membayangkan suatu gambar atau adegan, yang merupakan kenangan atau imajinasi masa depan, ada dua macam posisi kita.
Associate : bila kita terlibat langsung dalam gambar atau adegan.
Dissociate : bila kita melihat diri kita sendiri dalam gambar atau adegan.
Posisi associate menyebabkan emosi kita lebih terpancing dan terangsang saat kita membayangkan submodality, dibanding posisi dissociate. Karena itu posisi associate sangat bagus digunakan saat kita mengembangkan pikiran positif. Sebaliknya, posisi dissociate sesuai untuk mengubah pikiran negatif.
Saat Anda ingin membayangkan dan menguatkan visi, gunakan posisi associate. Saat Anda menggali kenangan buruk dan ingin mengubahnya, gunakan posisi dissociate.

Timeline
Timeline atau garis waktu dalam NLP adalah garis imajiner yang menghubungkan setiap gambar atau adegan submodality kita dari masa lalu sampai masa depan. Setiap orang memiliki arah timeline yang berbeda.
Cara menentukan arah Timeline :
  1. Bayangkan suatu kejadian di masa lalu
  2. Munculkan gambarnya, dan tandai posisi gambar itu ada di mana.
  3. Tentukan lebih dari dua kejadian masa lalu, berarti ada lebih dari dua gambar.
  4. Selanjutnya imajinasikan suatu kejadian di masa depan
  5. Munculkan gambarnya, dan tandai posisi gambar itu ada di mana
  6. Hubungkan gambar-gambar itu dengan sebuah garis.
  7. Urutkan berdasarkan waktu.
  8. Warnai timeline Anda
  9. Imajinasikan Anda melayang ke atas meninggalkan timeline Anda, kemudian lihatlah dari atas dan perhatikan arah timeline Anda.
  10. Akan ada dua jenis arah Timeline
    1. Inline : bila arah timeline dari belakang ke depan Anda atau sebaliknya
    2. Throughline : dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Sequential Thinking (Berpikir berurutan)
Saat Anda merasa pikiran begitu penuh, sehingga Anda semakin sulit berpikir tenang dan jernih, itu disebabkan berbagai macam pikiran sedang aktif dan berdesakan minta diperhatikan. Padahal mungkin hanya beberapa saja yang layak untuk diperhatikan saat itu. Karena banyak hal yang tidak efektif Anda pikirkan disebabkan waktu, atau sarana yang belum memenuhi syarat, atau Anda harus menunggu orang lain karena memang di luar kendali Anda.
Apa yang harus dilakukan? Mengabaikan yang tidak penting? Bagaimana bila semuanya penting?
Pikiran yang memenuhi kepala Anda adalah semua pikiran yang merasa atau dianggap penting. Cara paling efektif untuk membuat klasifikasi adalah berdasarkan efektifitasnya. Utamakan pikiran, misal rencana, agenda, kebutuhan solusi, rutinitas, yang benar-benar membutuhkan untuk segera ditangani dan bisa segera diaplikasikan dalam bentuk tindakan. Anda bisa membuat skala prioritas dari klasifikasi yang sudah Anda buat.
  1. Buatlah internal representation dan kuatkan submodalitynya untuk setiap pikiran
  2. Masukkan pikiran-pikiran Anda dalam Timeline secara berurutan sesuai skala prioritas.
  3. Anda bebas berimajinasi. Misalkan Anda bayangkan ada rak buku di atas Timeline dan pikiran-pikiran Anda sebagai buku yang Anda susun di atasnya. Atau bisa juga Anda representasikan pikiran-pikiran Anda sebagai external hard disk, terserah Anda.
  4. Ada kemungkinan pikiran yang sudah Anda tentukan untuk ditangani selanjutnya mendesak untuk lebih diperhatikan. Kalau itu terjadi jangan diabaikan, tapi katakan pada-‘nya’ bahwa Anda sudah menyiapkan waktu untuk ‘nya’
  5. Anda harus disiplin dengan urutan yang sudah dibuat, tapi Anda bebas mengubah urutannya setiap saat.

Sequential Thinking ini sangat efektif mempermudah hidup Anda. Mungkin Anda perlu berlatih untuk menerapkan pola berpikir seperti ini, tapi bila Anda memutuskan untuk berubah semuanya akan terasa mudah.

Repost : Bapak Nur Muhammadian Pembina FLP (Forum Lingkar Pena) Malang
saat impian tidak sesuai dengan kenyataan
Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai
dengan impian.

Sebagai contoh, ada seorang anak yang
ingin kuliah di Universitas A, tapi
nyatanya biaya tidak mencukupi.

Atau, mereka yg merantau ke kota besar,
bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan
berkelas nasional bahkan internasional,
tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah
pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.

Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin
mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan.

Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa
yang harus kita lakukan?

Berikut adalah 3 langkah atau tips yang
bisa Nugraheni lakukan saat mimpi tidak
sesuai dengan kenyataan:



1. Bertindaklah selalu secara fleksibel
    dan dinamis

Jikakita betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan*
untuk bisa bertindak secara fleksible
dan dinamis terhadap setiap perubahan
yang terjadi.

Sekarangkit akan buat sebuah analogi
sederhana...

Saat ada badai atau angin topan yang
besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar
tumbang! Apa sebab?

Sebab mereka tidak kuat menahan beban
yang diterima.

Namun coba tengoklah bambu! Karena
batangnya yang lentur, maka bambu bisa
fleksibel bergerak ke segala arah, dan
jarang tumbang!

Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita
bertindak dan berpikir dinamis dan juga
fleksibel, maka kita akan lebih tahan
dalam menghadapi tantangan dan
perubahan serta masalah yang datang.

2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik
    untuk kita!

Saat kenyataan tidak sesuai dengan
impian, percayalah bahwa inilah yang
terbaik untuk kita. Kita tidak pernah
tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya.

Karena, segala sesuatu yang menurut
logika kita baik, bisa jadi justru
sebaliknya di mata Tuhan!

Berpikirlah selalu positif atas apapun
yang terjadi pada diri Nugraheni. Jangan
biarkan satu kegagalan membuat Nugraheni
kecewa, apalagi sampai frustasi dan
berlarut-larut.
 jikaada satu mimpi atau keinginan kita
tidak kesampaian? kita biasa mengatakan:

"Sudahlah , kamu tdk perlu kecewa,
don't ask me why, it is GOOD for you!
Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan
akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana.
Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu
memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"

Saya biasa mengatakannya di depan cermin
dengan penuh keyakinan, tentunya saat
saya sendirian! hehe... It works for me! :-)

Nugraheni juga boleh coba nanti ;-)

Apa yang saya lakukan di atas itu
adalah 'afirmasi'.

Afirmasi adalah kata-kata positif yang
diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk
membentuk citra postif untuk mengurangi
sikap-sikap negatif dalam diri kita.

Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/
rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan
secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli
Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
oleh alam bawah sadar kita.

Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan
penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau
AKAN menjadi seperti itu adanya, yang
kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi
itu sama seperti DO'A.

Okay, sekarang selanjutnya! :-)

Meski saat ini apa yang kita harapkan
belum sesuai dengan impian, namun kita
harus....

3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!

Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita
memang belum siap jadi pemenang! :-)

Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat
kita menjadi sombong, dan karena saking
sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak
mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)

Nugraheni, setiap kemenangan itu lebih baik
dirintis dari setiap peluh kita! Akan
lebih baik jika kemenangan itu kita
dapatkan setahap demi setahap.

Banyak orang sukses, tapi kemudian
mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi,
ada yang tidak. Liku hidup setiap
manusia memang tidak sama.

Tapi ingat, kesempatan untuk menang
itu selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali!

Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak
terkira banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di langit! :-)

Sekarang tinggal bagaimana cara Nugraheni!
Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan
turun dengan sendirinya?

Saya sarankan, jangan pernah memilih
yang kedua :-)

Kita semua tahu bahwa yang namanya
kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!


The last but not least...
Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
untuk membuka pintu yang lain...

by: ANNe Ahira