Assalamu alaikum sahabat..
Salam Semangat!
Alhamdulillah akhirnya Zakir Naik datang juga ke indonesia. Dan yang paling mengesankan selain mengunjungi beberapa kota besar di Indonesia, beliau jaga mempir ke Ponorogo, Jawa Timur yaitu salah satukota kecil di  Indonesia. Tentunya kunjungan ke Ponorogo bukan  cuma sekedar melihat reog tapi beliau diundang oleh Gontor untuk memberikan Kuliah Umum. Mengundang Zakir Naik ke Gontor ini merupakan salah satu agenda dari rangakian acara 90 tahun Gontor. tidak mudah mendatangkan beliau, prosesnya pun sangat panjang. walaupun saya sendiri bukanlah panitia acara Zakir Naik 90 tahun gontor, tapi membaca perjuangan panitia sungguh  mengesankan. Seperti ini lah perjuangan panitia penyelenggara Kuliah Umum Zakir Naik Gontor, Ponorogo

  1. Panitia telah mengirimkan Proposal kegiatan kepada Tim Dr. Zakir Naik untuk mengundang beliau guna menyampaikan Ceramah di beberapa tempat di Indonesia seputar Perbandingan Agama dan Hubungan Sains dan Agama.
  2. Panitia mengadakan kerjasama dengan UMY Jogyakarta, UHAMKA Jakarta serta ITS untuk acara tersebut. Dan telah mengadakan rapat di Universitas Darussalam Gontor. Ke empat Universitas ini siap menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. Tanggal dan waktunya disesuaikan dengan kesiapan Dr. Zakir Naik dan Timnya.
  3. Panitia juga telah menghubungi secara khusus ke kantor Dr. Zakir Naik untuk menanyakan kepastian tanggapan kesediaan dari pihak Tim Dr. Zakir Naik terhadap Surat Panitia.
  4. Melalui Alumni Gontor di Saudi Arabia, atas nama Panitia juga telah menyampaikan Surat Khusus kepada Dr. Zakir Naik secara pribadi saat kunjungan beliau ke Saudi Arabia.
  5. Dan melalui Alumni Gontor di Malaysia, atas nama Panitia juga telah menyampaikan kembali surat kepada TIM Dr. Zakir Naik untuk maksud yang sama.
  6. Serta melalui Alumni Gontor yang bekerja di Kedutaan Indonesia di India atas nama Panitia, juga telah menghubungi Dr. Zakir Naik dan timnya secara khusus.
  7. Dalam surat panitia ke tim Dr. Zakir Naik juga telah dilampirkan keterangan bahwa panitia siap terbang ke India untuk menghadap secara khusus kepada Dr. Zakir Naik jika diperlukan.
  8. Namun hingga kini Panitia belum mendapatkan jawaban kepastian kedatangan Dr. Zakir Naik ke Indonesia.
  9. Maka dengan ini acara Dr. Zakir Naik yang awalnya akan diadakan pada 6 September 2016 dinyatakan tidak dapat dilaksanakan pada waktu tersebut.
  10. Namun Panitia 90 tahun Gontor divisi UNIDA belum membatalkan acara Dr. Zakir Naik dan Panitia masih terus melakukan komunikasi dengan Dr. Zakir Naik hingga mendapatkan kepastian (sumber: http://unida.gontor.ac.id/klarifikasi-tentang-acara-international-talk-by-dr-zakir-naik/ )
Satu poin penting yang saya ambil dari acara ini. Ketika kita berazzam untuk melakukan sesuatu, maka bulatkan tekad dan jangan berhenti untuk ikhtiar. sepertiyang telah dilakukan oleh Tim Panitia Public Lecture Zakit Naik Gontor ini. Berbagai cara telah dilakukan untuk menghubungi beliau, walaupun acara tidak dapat terselenggara pada waktu yang telah dijadwalkan sebelumnya, setidak akan terlaksana pada waktu yang tepat. Semoga sukses acaranya. To be Continue...................

Takdir tidak selalu sama dengan kasat mata. Berprasangka baiklah kepadaNya. Seperti halnya Al-Manshur Saifudin Qalawun yang berani berkata, "Kami tak tahu ini rahmat atau musibah. Tapi kami selalu berprasangka baik kepadaNya. " Ada berjuta kebaikan mengiringi prasangka baik kita padaNya. Dia setia bersama kita dan melimpahkan kebaikan, karena kita mengingatNya juga dengan sangkaan kebaikan. #dalamdekapanukhuwah

Jika kalian sudah membaca buku "dalam dekapan ukhuwah" mungkin judul ini sudah tidak asing lagi. Salah satu judul tulisan ini menurut saya sangat menarik. Walupun masih ada judul-judul lain yang lebih menarik lagi.  Dalam judul ini ada beberapa paragraf menarik yang akan saya ulas kembali disini, salah satunya adalah tentang keadilan Allah.

Ada seorang kawan yang bertanya dengan nada mengeluh: "di mana keadilan Allah?" ujarnya.  Telah lama aku tunaikan sunahnya tak lalai aku menjalankan kewajibannya, kutebarkan shadaqoh. Aku berdiri di pertiga malam. Aku baca kalamnya. Tapi hingga kini Allah belum juga mewujudkan harapanku. Sama sekali.  Padahal ada teman lain yang aku tahu ibadahnya berantakan, wajibnya tak utuh, sunnahnya tak tersentuh, akhlaknya kacau, otaknya dan bicara nya kotor,  tapi begitu dia berkata dia menginginkan sesuatu hari berikutnya telah tersaji. Semua yang dia minta telah didapatkan. Di mana keadilan Allah? "

Rasanya Kawan satunya ingin memaki-maki untuk menghakiminya:" kamu sombong, kamu bangga dengan ibadahmu. Kamu menganggap hina orang lain. Kesombongan telah menghapus ibadahmu pantas saja doamu tidak diijabah. Mungkin kawan yang kau rendahkan jauh lebih baik lebih tinggi kedudukannya disisi Allah karena dia merahasiakan amal shalihahnya". Tapi dia sadar bahwa memaki tidak akan menyelesaikan masalah. Ini ujian dalam ukhuwah.  Akhirnya dia memilih sudut pandang lain yang lebih bermakna baginya daripada sekedar terinsafkan tapi sekaligus terluka. Dia khawatir akan meninggalkan luka yang lebih lama  dari pada kesadarnnya.

Maka dia bertanya, " pernahkah engkau di datangi pengamen?"
"iya pernah. " wajahnya serius, matanya  menatap lekat pada teman yang bertanta itu.
" bayangkan jika pengamen itu adalah seorang  yang bertato, berwajah seram dan bertindik.  Nyanyiannya lebih mirip teriakan,  kacau, balau dan cemprang. Lagunya tidak bisa dinikmati dan mengacaukan ulu hati. Apa yang akan kau lakukan?"
"segera ku berikan uang agar cepat-cepat dia pergi, " jawabnya
" Lalu bagaimana jika ada seorang pengamen yang suaranya merdu mirip Ebiet G. Ade,  berpenampilan rapi, sopan, ramah dan berpenampilan rapi, apa yang akan kau lakukan?"
"kudengarkan dan kunikmati sampai habis, lalu aku minta untuk menyanyikan lagu lain"
"kau mengertikan?"tanya temannya.

Bisa jadi Allah memperlakukan begitu pada kita para hamba-hambaNya.  Jika ada manusia yang keji, mungkar, banyak dosa dan dibenciNya maka dia firmankan pada malaikat: "cepat berikan apa yang dia minta aku muak mendengar ocehannya, aku risih mendengar pintanya." Tapi bila yang meminta adalah hamba yang dicintainya, rajin beribadah dan sedekah maka mungkin saja Allah akan berfirman: "tunggu!  Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya, aku menyukai doa-doanya. Aku puja dan pujinya. Aku tak ingin dianmenjauh dariKu setelah mendapatkan apa yang dia pinta. Aku mencintaiNya.

Mari kita hayati firman dalam hadits qudsi, " sesungguhnya aku disisi prasangaka hambaKu pada diriKu."   Dengan prasangka baik kita merencanakan dengan penuh harap bahwa dikehidupan kelak Allah akan menempatkan kita di surga. Dengan prasangka baik juga kita kita akan menjalani hidup yang makin bermakna, penuh cinta, bahagia,  merenda mimpi, menggantungkan cita dan menyusun rencana untuk masa depan. Berprasangka baik kita dapat menyempurnkan keimanan. Agar kita bisa menjurai daun-daun dan bunga-bunga.  Agar kita mampu memetik buah yang manis, harum, dan lembut. Jadi, tunggu apa lagi, mari kita terus berprasangka baik kepadaNya.  -Dalam Dekapan Ukhuwah-